Sabtu, 25 Januari 2014

Angka Keberuntungan menurut tanggal, bulan dan tahun lahir

Angka Keberuntungan menurut tanggal, bulan dan tahun lahir , boleh percaya boleh tidak.

Caranya adalah :

Tanggal lahir 02 Pebruari 1974 dipecah menjadi : 02 + 02 + 1974 = 1978
1 + 9 + 7 + 8 = 25
2 + 5 = 7 --> berarti hasil akhir = 7

Tanggal lahir 24 Juli 1968 dipecah menjadi : 24 + 7 + 1968 = 1999
1 + 9 + 9 + 9 = 28
2 + 8 = 10
1 + 0 = 1 --> berarti hasil akhir = 1

Angka akhir ini merupakan Angka keberuntungan Anda, penjelasan angka tsb di bawah ini.

Penjelasannya :

1
Sebenarnya keberuntungan selalu bersahabat dengan Anda, memberi Anda kekuatan untuk menarik hampir semua yang Anda inginkan dalam hidup ini. Anda menjadi pembawa keberuntungan bagi teman-teman dekat Anda. Namun seringkali justru Anda sendiri mengabaikan keberuntungan itu. Cobalah untuk berlatih lebih peka, lebih berusaha keras, maka Anda akan benar-benar melihat dan merasakan keberuntungan tersebut, sehingga apa yang Anda inginkan dalam hidup ini dapat tercapai.

2
Anda cenderung berpikir bahwa semua orang lebih beruntung dibanding Anda. Namun, bila Anda sadari bahwa sesungguhnya saat Anda mendapat dukungan dari orang di sekitar Anda, maka hampir tak ada yang tidak dapat Anda lakukan. Ini menunjukkan bahwa, keberuntungan akan selalu menyertai Anda disaat Anda berusaha keras untuk dapat bekerja sama sebaik mungkin dengan orang-orang di sekitar Anda. Yang otomatis karena usaha keras Anda maka orang-orang di sekitar Anda akan mendukungnya, disitulah keberuntungan itu akan muncul dan Anda dapat melakukan hal-hal yang sebelumnya tidak terpikirkan, serta dapat meraih hal tersebut.

3
Anda bisa menjadi makmur dalam semua bidang kehidupan, menjadi beruntung dalam segala hal, hanya jika pada awalnya Anda mau bertahan cukup lama pada salah satu bidang dan mencoba menuntaskannya dengan sebaik mungkin. Bila tahap awal ini dapat Anda lalui dan tuntaskan dengan baik. Maka selanjutnya barulah Anda dapat melakukan pada banyak bidang secara bersama-sama, tidak masalah. Yang terpenting setiap hal yang Anda lakukan harus berusaha keras untuk menuntaskannya dengan sebaik mungkin. Dan saat yang bersamaan keberuntungan selalu menyertai Anda.

4
Anda percaya, setiap orang punya rezeki sendiri-sendiri, tapi sesungguhnya Andalah orang pertama yang mengenali keberuntungan yang mendatangi Anda tersebut. Namun seringkali karena Anda berprasangka terlebih dulu, maka tanpa sengaja Anda melewatkan keberuntungan tersebut. Ketika Anda menyadari hal ini dan Anda berusaha untuk mengubahnya serta berusaha lebih keras untuk berbuat sebaik mungkin, berusaha keras untuk menambah pengetahuan dan pengalaman. Maka akan sangat mudah bagi Anda mengenali keberuntungan tersebut, serta meraihnya.

5
Pintu keberuntungan yang baik, baru akan terbuka untuk Anda, jika Anda berhenti berusaha menyenangkan semua rekan-rekan Anda. Karena sesungguhnya keberuntungan tersebut akan nampak pada saat Anda berusaha untuk berbuat adil. Dan berbuat adil itu berbeda dengan menyenangkan semua orang. Mulai saat ini berusahalah lebih keras untuk berbuat adil kepada semua orang, terutama orang-orang di sekitar Anda. Maka pintu keberuntungan akan selalu terbuka.

6
Anda kadang merasa tidak beruntung dalam banyak hal. Namun kalau Anda telaah kembali kehidupan Anda selama ini, sebenarnya telah banyak peluang keberuntungan yang Anda lewatkan. Untuk sekarang dan yang akan datang, berusahalah lebih keras untuk melakukan segala sesuatu dengan lebih baik. Maka keberuntungan tersebut akan nampak jelas bagi Anda dan jangan ragu untuk menjalaninya.

7
Keberuntungan ikut berperan dalam keajaiban kecil yang Anda alami. Anda akan banyak menemukan keberuntungan-keberuntungan "kecil". Dan bila Anda mensyukurinya dengan cara berusaha lebih keras, maka keberuntungan kecil tersebut akan membawa Anda kepada keberuntungan yang sangat besar.

8
Hanya jika Anda mengambil keputusan dengan kepekaan hati, ketajaman pikiran, dan keinginan membantu banyak orang. Maka keberuntungan akan mendatangi Anda dalam berbagai bentuk. Seandainya saat ini yang Anda rasakan bahwa Anda kurang beruntung. Maka bersabarlah, tetaplah melatih kepekaan hati, ketajaman pikiran, dan keinginan membantu banyak orang. Maka pada waktunya keberuntungan tersebut akan terus dan selalu menghampiri Anda. Dan keberuntungan itu akan membawa keberuntungan juga bagi orang-orang di sekitar Anda.

9
Keberuntungan selalu menyinari hari-hari Anda, disaat Anda tidak mengharap atau menduganya. Biasanya tepat pada saat Anda memerlukannya. Namun, Anda jangan bergantung kepada keberuntungan tersebut. Karena hal ini akan menyebabkan keberuntungan itu justru menjauh. Jadi keberuntungan justru datang disaat Anda tidak memikirkannya, dan karena anda tidak memikirkan keberuntungan, maka ini yang akan membuat Anda berusaha keras dalam berbagai hal. Sebaliknya, saat Anda memikirkan keberuntungan, maka ini justru membuat Anda menjadi malas, dan saat yang bersamaan justru keberuntungan tersebut menjauhi Anda.
Baca Selengkapnya... Angka Keberuntungan menurut tanggal, bulan dan tahun lahir

Jumat, 06 Desember 2013

MAU DAPAT UANG GRATIS

Mau cari uang duduk di rumah. Cukup buka http://www.cashforvisits.com/index.php?refcode=195083. All bantu REGISTER saja trus LOGIN aja koq..Dengan kamu bantu login kamu dpt US$ 25 dan jika teman mu login kamu dpt US$ 10. Uang bisa di ambl di western union. Dicoba aja ga ada ruginya dan tidak dipungut biaya kok 100% aman....nanti ada penjelasannya. Setelah kamu register Cukup forward hasil registrasi kamu ke temen2 contact dan siapa aja yg join kamu terima US$ 10. Uang langsung ditransfer ke rek....nyata. Coba aja ngk ada ruginya....duit gratis hari gini?? Hanya disini
Baca Selengkapnya... MAU DAPAT UANG GRATIS

Selasa, 17 September 2013

Ketahui 8 Etika di tempat kerja

Studi terbaru mengungkap bahwa cara berpakaian seseorang mempengaruhi promosi di tempat kerja. Dalam studi yang dilakukan OfficeTeam, sebanyak 80 persen eksekutif mengatakan bahwa cara berpakaian menentukan karyawannya dalam menerima promosi di kantor.
Ya, memang terdapat beberapa faktor penentu yang mempengaruhi para atasan dalam memilih karyawannya untuk diberikan promosi. Seperti dilansir kantor berita Reuters, berikut adalah etiket di tempat kerja menurut The Protocol School of Washington.

Jangan berbicara keras saat menelepon
Orang cenderung berbicara tiga kali lebih keras di telepon daripada saat berbicara langsung. Untuk itu, perhatikan volume suara Anda ketika sedang menelepon.

Jangan terlalu sering mengecek telepon genggam
Ketika sedang bekerja, jangan terlalu sering mengecek telepon genggam, terutama saat makan siang bersama atasan dan saat rapat berlangsung. Hargai atasan dan rekan kerja Anda. Jangan sampai mereka merasa Anda tidak memperhatikan apa yang mereka bicarakan.

Berpakaian sopan
Pakaian adalah hal yang harus selalu Anda perhatikan saat pergi ke kantor. Jangan berpakaian terlalu ketat dan terlalu mini. Jangan pula mengenakan pakaian yang menerawang. Selain itu, jangan pernah mengenakan sandal. Perhatikan bahwa alas kaki yang Anda pakai haruslah sesuai dengan pekerjaan Anda.
Tidak meminjam barang tanpa izin
Usahakan untuk tidak meminjam barang dari meja kerja orang lain, apalagi tanpa izin orang tersebut.

Bersihkan meja kerja
Selain itu setelah memakai mesin fotokopi atau membuat minuman di dapur, Anda juga bertanggung jawab untuk membersihkannya. Jangan mengharapkan orang lain untuk membersihkannya untuk Anda.

Jangan bergosip
Selalu berpikiran positif di tempat kerja Anda. Tak hanya itu, Anda juga harus membatasi bercerita mengenai kehidupan personal Anda.

Tepat waktu
Selalu hadir tepat waktu dan menyelesaikan pekerjaan sesuai tenggat waktu yang diberikan. Jangan pernah terlambat menghadiri rapat atau pertemuan.
Jangan mengikuti standar yang buruk

Jangan larut dengan mengikut standar orang lain. Tak ada alasan mengikuti rekan kerja yang berperilaku buruk. Anda justru harus harus melakukan hal benar meski jika melakukannya seorang diri.
Baca Selengkapnya... Ketahui 8 Etika di tempat kerja

Rabu, 28 Agustus 2013

Syarat-syarat Umum Penerimaan CPNS 2013

Syarat-syarat Umum Penerimaan CPNS 2013

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Azwar Abubakar melalui Surat Edaran Nomor : SE/10/M.PAN-RB/08/2013 meminta pejabat pembina kepegawaian di seluruh Indonesia untuk menyiapkan sarana dalam rangka mendukung pelaksanaan sistem Computer Assisted Test (CAT), termasuk spesifikasi minimal infrastruktur penggunaan CAT.

Sedang bagi para peserta tes CPNS, untuk menghemat waktu akses, agar menyiapkan data-data dan dokumen pendukung minimal, yaitu :

* Nomor Kartu Tanda Penduduk (KTP).
* Tahun dan nomor ijasah pendidikan terakhir.
* Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) transkrip nilai pendidikan terakhir.
* Berkas pasfoto digital warna berukuran 200 x 150 piksel dalam format JPEG (dengan nama ekstensi JPG) dan maksimal berukuran sebesar 30 KB.
* Berkas fotokopi digital ijasah dan transkrip dalam format PDF (dengan nama ekstensi PDF) dan maksimal berukuran 500 KB.
* Surat elektronik (Email) yang biasa dan selalu Anda akses secara berkala. Informasi khusus akan disampaikan melalui surat elektronik secara langsung.
* Judul dan abstrak tugas akhir / tesis / disertasi.
* Untuk pelamar lulusan dari luar-negeri, diwajibkan melampirkan Surat Keterangan Penyetaraan Ijasah dari Dikti – Depdiknas, atau Surat Keterangan telah mengajukan permohonan Penyetaraan Ijasah.

Peserta diimbau melakukan registrasi lamaran melalui situs yang benar, mengisi formulir dengan benar dan lengkap. Kesalahan pengisian sehingga terjadi ketidaksesuaian dengan berkas digital pendukung yang telah diunggah akan mengakibatkan ketidaklulusan pada tahap I (verifikasi administrasi).

Kebenaran isian serta berkas digital yang diunggah akan dicek pada saat verifikasi fisik sebelum ujian tulis. Ketidaksesuaian data akan mengakibatkan peserta digugurkan dan tidak diperkenankan mengikuti ujian tulis.

Dalam proses verifikasi, panitia tidak memiliki (dan tidak diberi) wewenang untuk melakukan perubahan pada isian Anda.

Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Setiawan Wangsaatmaja mengatakan, pelaksanaan tes CPNS akan dibagi dalam dua metode. Yaitu sitem yang menggunakan LJK dan sistem CAT.

Pelaksanaan tes CPNS dari pelamar umum dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) akan dimulai pada 29 September 2013. Sedangkan tes CPNS melalui sistem lembar jawaban komputer (LJK) untuk honorer katagori dua maupun pelamar umum akan digelar serentak pada 3 November 2013.

Dalam CAT, peserta diwajibkan menyelesaikan 100 soal. Terdiri dari 35 soal tes wawasan kebangsaan (TWK), 30 soal tes intelegensia umum (TIU), dan 35 soal tes karakteristik pribadi (TKP). Untuk TWK dan TIU, kalau salah nilainya nol, kalau betul nilainya 5.

Untuk mengatasi keadaan itu, harus diciptakan sebuah sistem yang bisa memutus mata rantai transaksi illegal, yang merusak sendi-sendi kehidupan bernegara itu. Pemerintah yakin, test CPNS dengan sistem Computer Assisted Test (CAT) yang akan dilaksanakan mulai tahun 2013 ini dapat menghindari terjadinya praktek-praktek tidak terpuji itu.

Dalam pelaksanaannya, panitia seleksi nasional pengadaan CPNS bekerjasama dengan Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) yang membantu proses pengamanan sistem teknologinya. “Lemsaneg akan mem-protect supaya soal-soal pada sistem CAT tidak bocor. Dijamin seratus persen aman.” imbuhnya.
-----------------------------------
Baca Selengkapnya... Syarat-syarat Umum Penerimaan CPNS 2013

Sabtu, 22 Juni 2013

Memilih Hari Baik Pernikahan berdasarkan pertemuan Otonan



asyarakat dibali, dalam menentukan / memilih hari baik (dewasa Ayu) untuk melangsungkan hari pernikahan menggunakan metoda Wariga. dimana dalam metode wariga terdapat aturan  aturan khusus yang sudah tentunya bila dilanggar atau tidak diindahkan maka akan berakibat kurang baik kedepannya bagi pengguna atau mengganggu kelancaran kegiatan yang dilangsukan (dilaksanakan).
adapun uger-uger (aturan) umum dari wariga, yang menjadi prioraitas dalam pemilihan dewasa ayu diantaranya:
  1. pemilihan  Wewaran yang tepat,
  2. Pemilihan Wuku (mingguan) yang tepat
  3. Pemilihan  Penanggal yang tepat
  4. pemilihan Sasih (bulan) yang tepat
  5. pemilihan Dauh (waktu/jam) yang tepat
kelima aturan diatas haruslah diperhatikan. tetapi sudah sangat pasti, tidak ada dewasa ayu yang sempurna, oleh karena itu pemilihan dewasa ayu berdasarkan prioritas dari urutan teratas, seperti yang tercantum dalam aturan Wariga.

disamping menggunakan aturan diatas, pemilihan dewasa ayu harusnya juga memperhatikan petemon calon mempelai (pasangan yang akan menikah).
langkah awal untuk mendapatkan hari baik (dewasa ayu) yang baik adalah dengan cara menjumlahkan urip/neptu Sad Wara dari Pasangan Mempelai yang kemudian ditambah dengan urip/neptu Panca Wara danSapta Wara rencana hari pernikahannya.

berikut urip dari Sadwara:
  1. Tungleh urip-nya 7
  2. Aryang urip-nya 6
  3. Urukung urip-nya 5
  4. Paniron urip-nya 8
  5. Was urip-nya 9
  6. Mahulu urip-nya 3
sedangkan urip HARI RENCANA PERNIKAHAN bisa dicari di Pemilihan Dewasa Ayu Nganten. atau setelah menemukan hari yang kira-kira cocok, carilah urip/neptu dari hari tersebut.
berikut ini urip/neptu Panca Wara:
  1. Umanis, urip-nya 5
  2. Paing, urip-nya 9
  3. Pon, urip-nya 7
  4. Wage, urip-nya 4
  5. Keliwon, urip-nya 8
dan urip/neptu Sapta Wara:
  1. Minggu urip-nya 5
  2. Senin urip-nya 4
  3. Selasa urip-nya 3
  4. Rabu urip-nya 7
  5. Kamis urip-nya 8
  6. Jumat urip-nya 6
  7. Sabtu urip-nya 9
setelah ditemukan jumlahnya, barulah diketahui hasil dari pertemuan pasangan tersebut.
berikut ini perhitungannya:

(Urip Sapta Wara (mempelai Pria + Wanita) + Urip Hari rencana Menikah) / 16 :


arti sisanya:
  1. Bergejolak, mesti tahan uji.
  2. Selalu menghadapi kesulitan, Banyak pengeluaran
  3. Selalu kecewa
  4. Sulit mendapatkan keturunan
  5. terus mengalami kemajuan, rejeki berlimpah, meningkat terus
  6. Penderitaan
  7. Meningkat tetapi sangat lambat
  8. Serba kekurangan
  9. Mewah, kaya raya tetapi sering ricuh dan perebutan kekayaan
  10. Berwibawa
  11. Selalu dalam keadaan puas
  12. Murah rejeki
  13. Langgeng, panjang umur
  14. Berbahagia
  15. Teramat Buruk, sering mengalami kesusahan
  16. Selalu Rukun
contoh:
apabila anda  (pasangan calon penganten) yang akan menikah mempunyai hari lahir:
  • pihak cowok: 14 Febuari 1980 atau Wrespati Klion Menail, Sadwara: Urukung (urip 5)
  • pihak cewek: 25 Oktober 1986 atau Saniscara Klion Kuningan, Sadwara: Maulu (urip 3)
akan memilih menikah tahun ini, pada bulan Oktober 2013, dimana menurup perhitungan dewasa ayu nganten 2013, bulan oktober merupakan peralihan sasih katiga dan kapat yang merupakan salah satu Dewasa Ayu Menikah Terbaik di tahun 2013.
adapun pilihan hari baiknya adalah:
  • 9 Oktober 2013 Budha Umanis Julungwangi - Urip 12
  • 11 Oktober 2013 Sukra Pon Julungwangi - Urip 13
  • 17 Oktober 2013 Wrespati Wage Sungsang - Urip 12
  • 21 Oktober 2013 Soma Pon Dunggulan - Urip 11
  • 2 Oktober 2013 Budha Wage Warigadean - Urip 11
  • 7 Oktober 2013 Soma Wage Julungwangi - Urip 8
  • 14 Oktober 2013 Soma Umanis Sungsang - Urip 9
dari rumus petemon, dapat dihitung

Urip saptawara cowok + Urip saptawara cewek + Urip Dewasa Ayu

sehingga,
  • 9 Oktober 2013 = ( 5 + 3 + 12 ) / 16 = sisa 4 artinya Sulit mendapatkan keturunan
  • 11 Oktober 2013 = ( 5 + 3 + 13 ) / 16 = sisa 5 artinya Rejeki berlimpah
  • 17 Oktober 2013 = ( 5 + 3 + 12 ) / 16 = sisa 4 artinya Sulit mendapatkan keturunan
  • 21 Oktober 2013 = ( 5 + 3 + 11 ) / 16 = sisa 3 artinya Selalu kecewa
  • 2 Oktober 2013 = ( 5 + 3 + 11 ) / 16 = sisa 3 artinya Selalu kecewa
  • 7 Oktober 2013 = ( 5 + 3 + 8 ) / 16 = sisa 0/16 artinya Selalu Rukun
  • 14 Oktober 2013 = ( 5 + 3 + 9 ) / 16 = sisa 1 artinya Bergejolak,
jadi, menurut perhitungan WARIGA, pemilihan hari pernikahan yang terbaik, yang penulis sarankan adalah tanggal 11 Oktober 2013 atau 7 Oktober 2013. demikian sedikit ulasan mengenai Memilih Hari Baik Pernikahan berdasarkan pertemuan Otonan.semoga bermanfaat.
Baca Selengkapnya... Memilih Hari Baik Pernikahan berdasarkan pertemuan Otonan

Kamis, 20 Juni 2013

Langkah Penyusunan Proposal Penelitian

Contoh Proposal Penelitian

A. HALAMAN JUDUL
Halaman judul memuat : judul, jenis laporan, lambang Perguruan Tinggi, nama dan NIM, nama jurusan, nama program studi, nama perguruan tinggi dan tahun pengajuan.
  1. Judul Usulan Penelitian : Judul hendaknya dibuat singkat dan jelas, menggambarkan konsep dan topik dari penelitian dan menggambarkan adanya keterkaitan antara variable, lokasi penelitian dan tahun penelitian. Diketik dengan menggunakan huruf kapital, tidak boleh disingkat dan format ketikan dalam bentuk piramida terbalik ( V ).
  2. Jenis Laporan : Jenis laporan adalah usulan penelitian.
  3. Lambang Institusi Perguruan Tinggi
  4. Nama mahasiswa dan NIM
  5. Nama Jurusan
  6. Nama Program Studi
  7. Nama Perguruan Tinggi
  8. Tahun Pengajuan : Tahun pengajuan adalah tahun dimana usulan penelitian tersebut diajukan
B.   HALAMAN PERSETUJUAN
Halaman persetujuan memuat : judul usulan penelitian, persetujuan dosen pembimbing beserta tanda tangan dan waktu persetujuan
C.   DAFTAR ISI
Daftar Isi merupakan daftar yang menunjukkan isi bagian-bagian dalam skripsi maupun sub-sub bagiannya beserta nomor halamannya.
D.   ISI
Dibagian isi terdiri dari beberapa bab dan dari beberapa bab tersebut masih terdapat beberapa sub bab.
BAB I. PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Masalah

Latar belakang memuat: gambaran tema permasalahan di lokasi penelitian yang akan dibahas dan berkaitan dengan penelitian yang akan dijalankan, diuraikan dari masalah yang luas ke arah masalah yang khusus. Oleh karena itu diperlukan data studi awal di lokasi tempat penelitian.

Ada 4 kriteria latar belakang yang baik:

  1. Adanya “seriousness of problem”,
  2. Adanya “sense of urgency” ( masalah yang harus segera ditangani
  3. Adanya “political will” (kebijaksanaan dari organisasi atau politis
  4. Adanya “manage – ability” ( direkomendasikan oleh pihak manajemen ).
Latar belakang ini juga harus mampu menjawab pertanyaan “mengapa memilih topik tersebut”

2. Perumusan Masalah

Perumusan masalah dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya yang tegas dan jelas, serta menggambarkan arah hubungan antar dua variabel atau lebih. Misalnya adakah, apakah, bagaimanakah, dan lainnya.

3.    Batasan Masalah

Batasan masalah adalah pembatasan ruang lingkup yang dilakukan dalam penelitian, dimana pembatasan tersebut meliputi: tema/topik, area atau wilayah yang diteliti, sumber informasi, lokasi penelitian serta waktu penelitian

4.    Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian meliputi :
a.    Tujuan Umum ; Meliputi tujuan yang akan dicapai secara menyeluruh yang dapat menjawab tema / judul penelitian
b.    Tujuan Khusus ; Meliputi jabaran atau rincian dari tujuan umum secara operasional sesuai dengan perumusan dan pembatasan masalah. Tujuan khusus akan menggambarkan hasil dan pembahasan yang akan diperoleh dari penelitian ini.

5.    Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian meliputi: 1) manfaat bagi pengguna (user), 2) pengembangan keilmuan dan 3) bagi peneliti, sehingga scara khusus hasil penelitian memberikan masukan bagi si peneliti, masyarakat, instansi terkait dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta diharapkan dapat dijadikan pertimbangan sebuah kebijakan

6.    Keaslian Penelitian

Keaslian penelitian mencerminkan kemampuan mahasiswa untuk menelusuri dan mengidentifikasi penelitian terdahulu yang relevan dengan topik penelitian yang dilakukannya.Setiap penelitian dilakukan dalam konteks lingkungan yang berbeda dengan penelitian-penelitian sebelumnya, sekalipun penelitian tersebut merupakan replikasi penelitian sebelumnya. Pernyataan tentang keaslian penelitian meliputi identifikasi persamaan penelitian sebelumnya yang sangat relevan dan perbedaannya dengan penelitian yang akan dilakukannya.
Perbedaan dan persamaan penelitian dengan penelitian terdahulu dapat meliputi : kerangka teori, penerapan teori dalam situasi spesifik atau populasi khusus atau generalisasi teori pada populasi yamg lebih luas, kerangka konsep, rancangan penelitian, instrument penelitian, dan teknik analisis atau pemodelan data. Penyajiannya dapat dalam bentuk matriks persamaan dan perbedaan penelitian sebelunya.
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
Tinjauan pustaka merupakan penelusuran kepustakaan untuk mengidentifikasi makalah dan buku yang bermanfaat dan ada hubungannya dengan penelitian yang dilakukan serta merujuk pada semua hasil penelitian terdahulu pada bidang tersebut. Tinjauan pustaka disusun berdasarkan tujuan penelitian, pertanyaan penelitian dan masalah yang akan dipecahkan. Sumber yang dipakai dalam tinjauan pustaka harus disebutkan dengan mencantumkan nama penulis dan tahun terbit dengan model Vancouver. Format penyajiannya dimulai tinjuan teori untuk variabel independen, variabel dependen dan keterkaitan antar variabel yang diteliti dengan mengacu pada penelitian sebelumnya.

a. Landasan Teori

Landasan teori menguraikan kerangka teori yang merujuk pada referensi berbagai ahli tertentu maupun berbagai teori-teori yang ada yang nantinya akan mendasari hasil dan pembahasan secara detail, dapat berupa definisi-definisi atau model matematis yang langsung berkaitan dengan tema atau masalah yang diteliti. Teori-teori yang dirujuk harus mengacu pada variabel-variabel yang diteliti. Dimulai dari penjelasan tema, variabel independen dan variabel dependennya atau faktor-faktor yang diteliti serta dijelaskan teori-teori tersebut untuk mendukung hipotesis yang akan diajukan.

b.    Kerangka Teori

Kerangka teori terdiri dari teori-teori atau isu-isu dimana penelitian kita terlibat di dalamnya dan memberikan panduan pada saat peneliti membaca pustaka.Kerangka teori tidak dapat dikembangkan kalau peneliti belum mempelajari pustaka dan sebaliknya kalau peneliti belum mempunyai kerangka teori maka peneliti tidak akan dapat membaca pustaka dengan efektif.

c.    Kerangka Konsep Penelitian

Kerangka konsep penelitian merupakan operasionalisasi keterkaitan antar variabel-variabel yang berasal dari kerangka teori dan biasanya berkonsentrasi pada satu bagian dari kerangka teori. Kerangka konsep menggambarkan aspek-aspek yang telah dipilih dari kerangka teori untuk dijadikan dasar masalah penelitiannya. Jadi kerangka konsep timbul dari kerangka teori dan berhubungan dengan masalah penelitian yang spesifik.

d. Hipotesis

Hipotesis memuat : pernyataan singkat yang disimpulkan dari landasan teori atau tinjauan pustaka dan merupakan jawaban sementara terhadap masalah yang dihadapi. Hipotesis tidak selalu harus ada tergantung pada jenis dan tujuan penelitian. Oleh karena itu hipotesis harus diuji kebenarannya dan pengujiaannya harus mendasarkan pada kaidah-kaidah keilmuan (scientific methods) yang dapat dipertanggungjawabkan.

Ciri-ciri hipotesis yaitu :

  1. Dinyatakan dalam bentuk pernyataan (statement) bukan kalimat tanya
  2. Hipotesis hendaknya berkaitan dengan bidang ilmu yang akan diteliti
  3. Hipotesis harus dapat diuji yaitu terdiri dari variable yang dapat diukur dan dapat dibanding-bandingkan sehingga diperoleh hasil yang obyektif
  4. Hipotesis hendaknya sederhana dan terbatas ( tidak menimbulkan perbedaan pengertian dan tidak terlalu luas sifatnya )
BAB III. METODE PENELITIAN
Metode penelitian memuat : jenis penelitian, populasi dan sample penelitian, lokasi dan waktu penelitian, hubungan variable dan definisi operasional, instrumen penelitian, pengumpulan dan pengolahan data, metode analisis data dan keterbatasan
a.   Jenis Penelitian
Berisi langkah-langkah yang akan diambil untuk membuktikan kebenaran hipotesis.
b.    Populasi dan Sample
Berisi cara pengambilan sample, besar sample, cara pengumpulan sample, teknik penarikan sample.
Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian atau wilayah generalisasi yang terdiri dari subyek maupun obyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulan. Populasi bukan hanya orang, tetapi semua benda yang memiliki sifat atau cirri yang bisa diteliti.
Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut
c.    Lokasi dan Waktu Penelitian
Berisi mengenai tempat / lokasi penelitian beserta waktu yang dipergunakan melakukan penelitian
d.   Variabel
Berisi keterangan tentang variable atau factor yang diamati atau diteliti dalam suatu penelitian
e.    Definisi Operasional
Menjelaskan bagaimana suatu variable akan diukur serta alat ukur apa yang digunakan untuk mengukurnya. Definisi ini mempunyai implikasi praktis dalam proses pengumpulan data. Definisi operasional mendiskripsikan variable sehingga bersifat spesifik (tidak berintegrasi ganda), terukur, menunjukkan sifat atau macam variable sesuai dengan tingkat pengukurannya dan menunjukkan kedudukan variable dalam kerangka teoritis.
f.     Teknik Pengumpulan Data
Berisi cara pengumpulan data yang dapat berupa data primer maupun data sekunder. Berdasarkan caranya pengumpulan data dapat berupa observasi, wawancara langsung, angket, pengukuran / pemeriksanaan
g.    Instrument Penelitian
Instrument ( alat ukur ) penelitian dapat berupa kuesioner, cek list yang digunakan sebagai pedoman observasi dan wawancara atau angket
h.    Teknik Pengolahan Data
Berisi cara pengolahan data yang akan dilakukan peneliti sehingga data hasil penelitian dapat menjadi informasi yang dapat digunakan untuk mengambil kesimpulan penelitian
i.     Metode Analisis Data
Metode analisa data menjelaskan bagaimana seorang peneliti mengubah data hasil penelitian menjadi informasi yang dapat digunakan untuk mengambil kesimpulan penelitian. Kegiatan analisa data ini meliputi : persiapan, tabulasi dan aplikasi data. Pada tahap analisa data inidapat menggunakan uji statistik jika memang data dlam penelitian tersebut harus diuji dengan uji statistik
j.   Keterbatasan
Dalam setiap penelitian pasti mempunyai kelemahan-kelemahan dimana kelemahan tersebut ditulis dalam keterbatasan. Dalam bab ini disajikan keterbatasan peneliti secara teknis yang mungkin mempunyai dampak secara metodologis maupun substantif, seperti : keterbatasan pengambilan sampel, keterbatasan jumlah sampel, keterbatasan instrumen penelitian, keterbatasan waktu dan sebagainya
E.   DAFTAR PUSTAKA
Daftar Pustaka merupakan keterangan tentang bacaan yang dijadikan sebagai bahan rujukan dari penulisan skripsi. Dalam daftar pustaka dapat dimasukkan tentang pustaka dari buku teks, jurnal, artikel, internet atau kumpulan karangan lain.
F.    LAMPIRAN
Lampiran memuat : keterangan atau informasi yang diperlukan pada pelaksanaan penelitian seperti : peta, surat penelitian, kuesioner, atau data lain yang sifatnya melengkapi usulan atau proposal penelitian.Contoh Proposal penelitian dan teknik penyusunan proposal

Nah demikianlah Teknik penyusunan proposal dan contoh proposal penelitian, semoga bermanfaat.



Read more: CONTOH PROPOSAL : Contoh Proposal Penelitian Terbaru 
Baca Selengkapnya... Langkah Penyusunan Proposal Penelitian

Kamis, 13 Juni 2013

Pesona Nusantara










Baca Selengkapnya... Pesona Nusantara

Contoh Surat Pengunduran Diri

Contoh Surat Pengunduran Diri Bahasa Indonesia

Denpasar, 31 Desember 2013

Kepada Yth,
HRD Manager
PT. Nama Perusahaan
Alamat Perusahaan
xaxaxaxax
INDONESIA

Dengan Hormat,

Melalui surat ini, saya (Nama Anda) bermaksud untuk mengundurkan diri dari (Nama Perusahaan Tempat Bekerja) sebagai (Jabatan Terakhir di perusahaan), terhitung sejak tanggal (tanggal pengunduran diri anda).

Saya mengucapkan terimakasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk bekerja di (Nama Perusahaan Tempat Bekerja). Saya juga memohon maaf kepada seluruh karyawan dan manajemen (Nama Perusahaan Tempat Bekerja) apabila terdapat kesalahan yang telah saya lakukan selama bekerja.

Saya berharap selalu, (Nama Perusahaan Tempat Bekerja) dapat terus berkembang dan selalu mendapatkan yang terbaik.

Hormat Saya,

Nama Lengkap Anda


Demikianlah info terbaru dari kami mengenai "Contoh Surat Pengunduran Diri Bahasa Indonesia" semoga dapat bermanfaat dan berguna buat Anda semua.
Baca Selengkapnya... Contoh Surat Pengunduran Diri